New Post

Rss

Javascript Redirecting URL dengan setTimeout

Javascript Redirecting URL dengan setTimeout


Redirect URL digunakan untuk mengarahkan/meneruskan pengunjung situs ke halaman (URL) lain, cara ini biasa digunakan ketika sebuah halaman atau situs telah dipindahkan. Berikut akan dibahas salah satu cara me-redirect pengguna secara otomatis ke halaman lain setelah delay beberapa saat dengan memanfaatkan fungsi setTimeout() pada Javascript untuk redirect.

Sintaks:

var t = setTimeout ( expression, timeout ); 

Fungsi setTimeout () akan mengembalikan nilai numerik berupa timeout ID yang dapat digunakan untuk merujuk kepada timeout untuk digunakan bersama dengan fungsi clearTimeout. Parameter pertama (expression) dari setTimeout () adalah string yang berisi pernyataan javascript. Pernyataan tersebut bisa menjadi panggilan ke fungsi JavaScript seperti "delayedAlert ();" atau pernyataan seperti "alert ('ini tertunda!');". Parameter kedua (timeout), menunjukkan jumlah milidetik yang merupakan waktu tunggu untuk redirecting sebelum mengeksekusi halaman atau URL (expression).

Contoh:

<html>

<head>
<title>Contoh Redirect dengan waktu tunggu</title>
<noscript>
<meta http-equiv="refresh" content="5; URL=halamantarget.htm">
</noscript>
<script language="JavaScript">
<!--

var sTargetURL = "halamantarget.htm";

function doRedirect()
{
    setTimeout( "timedRedirect()", 5*1000 );
}

// Ada dua definisi 'timedRedirect', 
// Pada contoh ini akan menyimpan riwayat (history) halaman pengunjung.

function timedRedirect()
{
    window.location.href = sTargetURL;
}

//-->
</script>

<script language="JavaScript1.1">
<!--

function timedRedirect()
{
    window.location.replace( sTargetURL );
}

//-->
</script>

</head>

<body onload="doRedirect()">

<p>Loading <a href="halamantarget.htm">target redirect </a></p>
<p>Redirect kira-kira 5 detik, halaman target akan terbuka<br>
Jika tidak,  silakan pilih link diatas.</p>
</body>

</html>

Mengenal Web Session Pada PHP

Mengenal Web Session Pada PHP


Sebuah session pada  PHP dapat digunakan untuk menyimpan  berbagai informasi User seperti item belanja, Username, Password dan lain-lain pada server untuk kemudian digunakan.

Secara prinsip session hampir sama dengan cookies. Perbedaannya terletak pada lamanya nilai yang dapat dipakai lagi. Misalnya kita membuat sebuah cookies pada halaman ke-1. Cookies dapat kita ambil isinya pada halaman ke-2. Namun jika kita ingin mengambil isi cookies tsb pada halaman ke-3, maka pada halaman ke-2 isi cookies tersebut harus dideklarasikan ulang. Lain halnya dengan session, jika kita buat session pada halaman ke-1, kita masih dapat mengambil isi session tersebut di halaman manapun selama session belum dimatikan.

Perbedaan lain antara session dengan cookies adalah jika menggunakan cookies penyimpanan data dilakukan pada komputer client, sedangkan session penyimpanan data dilakukan pada komputer server. Hal ini menyebabkan tidak dibutuhkan lagi komunikasi antara web server dengan client ketika web server membutuhkan data tersebut.

Selanjutnya setiap kali suatu session dibentuk, akan terdapat referensi yang menunjuk ke session yang bersangkutan yang dikenal dengan Session Identifier (SID) atau Unique Identifier (UID).

Memulai Session Pada PHP

Sebelum menyimpan sebuah informasi  pada PHP Session Anda harus melakukannya dengan menuliskan "session_start()"

Note: Fungsi session_start() harus dituliskan sebelum tag <html>:
<?php session_start(); ?>

<html>
<body>

</body>
</html> 

Kode di atas akan mendaftarkan session User pada server, memungkinkan kita untuk menyimpan informasi User dan menunjuk SID ke session yang bersangkutan.

Memberi Nilai Pada Session.

Untuk memberi dan mengambil nilai pada session ada beberapa cara, berikut salah satu cara yang biasa digunakan

<?php
session_start();
// store session data
$_SESSION['views']=1;
?>

<html>
<body>

<?php
//retrieve session data
echo "Pageviews=". $_SESSION['views'];
?>

</body>
</html> 

Output:

Pageviews=1 

Contoh di bawah merupakan sebuah Counter sederhana untuk menghitung berapa kali suatu Halaman ditampilkan. Fungsi "isset" akan memeriksa jika variabel "views" sudah diset. Jika sudah maka akan menambah jumlah nilai variabel "views" dengan 1. Jika nilai variabel "views" tidak ada maka buat vaiabel "views" dan set ke nilai 1.

<?php
session_start();

if(isset($_SESSION['views']))
$_SESSION['views']=$_SESSION['views']+1;
else
$_SESSION['views']=1;
echo "Views=". $_SESSION['views'];
?> 

Mematikan Session

Untuk menghapus data pada session, dapat digunakan fungsi Unset() atau session_destroy()

Fungsi unset() digunakan untuk menghapus variabel session secara spesifik.

<?php
session_start();
if(isset($_SESSION['views']))
  unset($_SESSION['views']);
?> 

Fungsi session_destroy() digunakan untuk menghapus seluruh session dan semua session yang telah diberi nilai akan hilang.

<?php
session_destroy();
?>  

Note: session_destroy() berfungsi untuk me-reset seluruh session dan semua data session yang belum disimpan akan hilang.

Mengetahui Lokasi Penyimpanan Database MySQL

Mengetahui Lokasi Penyimpanan Database MySQL


Pada kondisi default, MySQL memiliki sub direktori data untuk menyimpan semua database dan tabel. Susunan database yang dihasilkan MySQL pada Windows Explorer akan terlihat seperti direktori biasa, di dalamnya tersusun beberapa file dengan ekstensi .MYD, .frm, dan MYI.

Berikut ini merupakan petunjuk sederhana untuk mengetahui lokasi Aplikasi Database MySQL menyimpan data di hard disk, baik di Windows dan Linux.

Windows

1) Cari file my.ini, yang yang disimpan pada folder instalasi MySQL.

Contoh,

C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.1\my.ini

2) Buka file “my.ini” tersebut dengan aplikasi teks editor misal Notepad.

#Path to installation directory. All paths are usually resolved relative to this.
basedir="C:/Program Files/MySQL/MySQL Server 5.1/"

#Path to the database root
datadir="C:/Documents and Settings/All Users/Application Data/MySQL/MySQL Server 5.1/Data/"

Cari  “datadir”, ini adalah lokasi penyimpanan data MySQL pada Windows.

Linux

1) Buka file my.cnf dengan perintah find / -name my.cnf .

adlinux@myserver:~$ find / -name my.cnf
find: /home/lost+found: Permission denied
find: /lost+found: Permission denied
/etc/mysql/my.cnf

2) tampilkan isi file   my.cnf  dengan perintah cat /etc/mysql/my.cnf

adlinux@myserver:~$ cat /etc/mysql/my.cnf
#
# The MySQL database server configuration file.
#
# You can copy this to one of:
# - "/etc/mysql/my.cnf" to set global options,
# - "~/.my.cnf" to set user-specific options.
# 
[mysqld]
#
# * Basic Settings
#
user   = mysql
pid-file = /var/run/mysqld/mysqld.pid
socket  = /var/run/mysqld/mysqld.sock
port   = 3306
basedir  = /usr
datadir  = /var/lib/mysql
tmpdir  = /tmp
language = /usr/share/mysql/english
skip-external-locking

3) cari teks “datadir”, disinilah lokasi penyimpanan data MySQL pada System Linux.
Mengenal Database MySQL

Mengenal Database MySQL


Secara sederhana Database dapat disebut sebagai gudang data. Secara umum, database merupakan kumpulan data atau informasi yang kompleks, data-data tersebut disusun menjadi beberapa kelompok dengan tipe data yang sejenis (disebut tabel), di mana setiap datanya dapat saling berhubungan satu sama lain atau dapat berdiri sendiri, sehingga mudah diakses.

Program Pengelola Database


Dalam basis data, database dapat kita kelola menggunakan program aplikasi basis data, misalnya: MySQL, Access, PostgreSQL, dan SQL Server.

Aplikasi yang dapat membuat dan mengelola database sering disebut SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) atau DBMS (Data Base Manajemen System).

Ada dua perbedaan SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) yang sering kita gunakan, yaitu database yang bersifat Stand Alone dan database yang bersifat Database Server. Berikut ini, pengkategoriannya:

Database Server (berjalan client/server):

  • MySQL
  • MsQL
  • PostgreSQL
  • SQL Server
  • Oracle
  • Interbase, dan lain-lain.


Bukan Database Server (berjalan stand alone):

  • Mircrosoft Access
  • Paradox
  • dBase, dan lain-lain.
  • Database Server MySQL

MySQL merupakan database server yang awalnya hanya berjalan pada sistem Unix dan Linux. Seiring berjalannya waktu dan banyaknya peminat yang menggunakan database ini, MySQL merilis versi yang dapat diinstal pada hampir semua platform, termasuk Windows.

Lisensi dari MySQL adalah freeware. Kita dapat mendownload dan menggunakannya tanpa harus membayarnya. Meskipun kita menjual produk menyertakan software MySQL, kita tidak melanggar hak cipta.

Pada buku ini, semua contoh latihan menggunakan MySQL server versi 5.0.x. Anda dapat mendapatkan versi terbaru dari MySQL pada alamat website www.mysql.com.

Sebutan Umum Database Server


Umumnya, orang menyebut database seperti MySQL, PostgreSQL, atau yang lainnya dengan sebutan Database Server saja. Namun, ada beberapa orang yang menyebutnya dengan istilah Database Enggine, Mesin Database, SMBD, DBMS, Back End, ataupun langsung menyebut dengan program database saja. Sebenarnya, beberapa istilah tersebut sama, terserah Anda saja untuk menyebutnya.

Perbedaan MySQL dengan SQL


Mungkin bagi Anda yang baru pertama dengan MySQL akan bingung dengan dua kata "SQL" dan "MySQL". Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, ini satu atau dua bentuk aplikasi? Yah... saya bisa memaklumi munculnya pertanyaan tersebut, sama dengan yang ada di benak saya pada saat mulai mengenal MySQL.

Bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah belajar atau sudah pernah membaca buku basis data, mungkin Anda akan mendapatkan pembahasan khusus mengenai SQL pada bagian akhir buku tersebut. Apakah SQL itu sebenarnya, dan apa bedanya dengan MySQL itu sendiri?

Baiklah, SQL merupakan kependekan dari kata "Structured Query Language". SQL merupakan suatu bahasa permintaan yang terstruktur. Kenapa terstruktur? Karena pada penggunaannya, SQL memiliki beberapa aturan yang telah distandarkan oleh asosiasi yang bernama ANSI.

Jadi, SQL adalah bahasa permintaan yang melekat pada satu database atau SMBD tertentu, sedangkan MySQL merupakan database server-nya. Dengan kata lain, MySQL merupakan SMBD-nya dan SQL adalah perintah atau bahasa yang melekat di dalam SMBD tersebut.

Sebagai suatu bahasa permintaan, SQL tidak hanya melekat pada MySQL server saja, tetapi juga didukung oleh SMBD lainnya seperti MsQL, PostgreSQL, Interbase, dan Oracle. Selain itu, SQL juga didukung oleh database bukan server seperti MS Access maupun Paradox.
Dropbox: Layanan Cloud Gratis Untuk Berbagi File

Dropbox: Layanan Cloud Gratis Untuk Berbagi File

Dropbox adalah layanan cloud gratis yang memberi akses untuk menyimpan gambar, dokumen, musik, video, dan file lainnya. Dan setiap file yang terkoneksi akan otomatis terhubung dengan komputer, ponsel, atau device lainnya yang memakai aplikasi dropbox.


Bagi saya Dropbox merupakan salah satu cara tercepat dan termudah untuk berbagi file besar dengan klien dengan aman, kita juga dapat menggunakan layanan Dropbox pada perangkat apa saja, dan yang paling penting dari semua itu adalah layanan ini benar-benar gratis (meskipun ada versi berbayar juga).


Melalui Dropbox kita bisa menyimpan file tanpa harus membawanya lewat flashdisk. Jadi setiap file yang kita simpan di dropbox, otomatis file tersebut tersebar ke komputer/gadget kita yang terhubung ke Dropbox. Syarat pertama untuk memulainya anda harus memiliki akun dropbox terlebih dahulu.

Bagi Anda yang ingin mencoba layanan ini silahkan mengunjungi link Dropbox
Mengenal Framework Codeigniter

Mengenal Framework Codeigniter

Workflow CI
Codeigniter (CI) adalah sebuah framework yang digunakan untuk membangun aplikasi berbasis web. Framework PHP ini paling dikenal saat ini. Bahkan, banyak sekali pengembang yang telah menggunakan CI sebagai framework untuk menyusun aplikasi berbasis web. Seperti apa cara kerja framework PHP tersebut? Diagram berikut menunjukkan cara kerja aliran data ke seluruh system dalam Codegniter.


  1. Index.php berfungsi sebagai controller pada halaman depan, file ini menginisialisasi resource dasar yang dibutuhkan untuk menjalankan CodeIgniter atau halaman situs Anda.
  2. Router berfungsi untuk memeriksa setiap request HTTP untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan request tersebut, tergantung rule yang ada.
  3.  Cache. Jika terdapat file cache, maka system mengirimkan cache tersebut secara langsung ke browser, tanpa harus melewati rule sistem normal.
  4. Security. Sebelum membuka aplikasi controller, setiap request HTTP dan setiap data yang dikirim pengguna difilter terlebih dahulu demi keamanan system.
  5. Controller memuat model, library, helper, dan resources lain yang diperlukan untuk memproses request. yang dikirimkan 
  6.  View. Langkah terakhir adalah View  berfungsi merender hasil olahan Controller kemudian dikirim ke web browser untuk dilihat. Jika system caching diaktifkan, maka View akan di-cache lebih dahulu, sehingga pada request berikutnya dapat dilayani. (Berbagai Sumber)
SQL Dump Splitter Tool Untuk Import File MySQL Berukuran Besar Dengan Mudah

SQL Dump Splitter Tool Untuk Import File MySQL Berukuran Besar Dengan Mudah

Untuk import file data MySql yang berukuran besar misalnya melebihi 40MB mungkin ada beberapa solusi yang dapat digunakan, misalnya login ke console lalu mengimport file MySql tersebut dengan mengetikkan perintah "mysql -uusername -ppassword < dumpfile .sql. Atau menggunakan phpMyadmin yaitu dengan cara membuka file tersebut dengan menggunakan program Text Editor seperti Notepad++ lalu membagi file tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil untuk selanjutnya diupload bagian-bagian tersebut secara berurutan dengan phpMyadmin

Masalahnya adalah jika file tersebut terlalu besar akan menjadi pekerjaan yang memakan waktu dan  lumayan melelahkan.


Jika tidak memiliki akses ke console bagaimana?
Untung ada tool yang dapat membantu meringankan pekerjaan tersebut yaitu SQL Dump Splitter 2. Tool tersebut dapat didownload disini.
Copyright © 2012 AdLinux All Right Reserved