Tool SEO Panel Aplikasi Gratis Untuk Audit Situs

Adlinux - SEO atau Search Engin Optimization merupakan bagian tidak terpisahkan dari internet marketing. Dengan SEO usaha untuk memasarkan web akan lebih mudah dilakukan. Namun demikian dibutuhkan pengetahuan dan tool khusus untuk dapat menerapkan SEO pada sebuah situs. Bagi Anda yang masih baru dengan istilah SEO dan masih bertanya-tanya tentang apa itu seo dapat mempelajarinya melalui situs-situs yang khusus mengulas atau mengambil kursus untuk topik ini.

Tool SEO Panel Aplikasi Gratis Untuk Audit Situs | Adlinux Blog

Bagi Anda yang sudah memahami atau sudah ahli dibidang ini tentu sangat membutuhkan tool seo murah yang handal dan dapat digunakan tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Sebagian besar ahli SEO menyadari betapa rumitnya persaingan optimasi mesin pencari. Ditambah lagi dengan serangkaian peraturan atau teknik yang harus berjalan baik dan mengikuti guidelines Google.

Hal yang menyenangkan tentang optimalisasi situs adalah bahwa sebagian besar inti SEO seperti penggunaan kata kunci yang masih dianggap penting masih tidak berubah, bahkan setelah Google membuat perubahan baik itu kecil maupun besar.

Seberapa baik situs Anda akan benar-benar bergantung pada beragam faktor, namun yang terpenting adalah penggunaan kata kunci Anda, kualitas situs Anda - termasuk jumlah link rusak dan konten yang ditulis dengan baik, dan juga link balik dari situs berkualitas tinggi lainnya.

Tentu tujuan akhir Anda adalah mendapat peringkat yang baik dalam daftar 10 besar halaman pertama Google. Saya percaya Anda yakin dapat melakukan ini dengan baik, namun apakah Anda benar-benar yakin sudah melakukannya dengan benar? Bagaimana Anda tahu seberapa baik situs Anda dioptimasi secara keseluruhan?

Jelas salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengaudit situs Anda dalam suatu laporan yang kompleks. Tentunya akan sangat melelahkan jika melakukannya dengan cara manual. Saya juga tidak akan melakukannya.

Ada banyak tool yang dapat digunakan untuk mengaudit seo situs Anda, namun Anda harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untungnya ada tool seo gratis berbasis open source yang tidak kalah dengan tool-tool seo berbayar lainnya. Tool tersebut adalah SEO Panel.

Apa itu SEO Panel?

SEO Panel adalah aplikasi berbasis PHP berkualitas tinggi gratis yang dapat Anda gunakan untuk mengaudit keseluruhan situs web Anda, atau bahkan situs web pesaing Anda, untuk masalah SEO yang menurut sebagian besar ahli sangat penting. Tool SEO Open Source ini agak mirip dengan Traffic Travis atau SEMRush Tool SEO lain yang berbayar.

Sebelum Anda dapat mulai menggunakan aplikasi ini, Anda memerlukan web server seperti XAMP atau WAMP. Saya sendiri menginstall aplikasi di server web Xampp yang terpasang secara lokal, namun Anda dapat mendownload dan menyalin file ke area publik dari setiap server web yang telah diinstal dan diaktifkan PHP dan MySQL.

Instalasi SEO Panel

Pastikan file config/sp-config.php dan direktori tmp dapat ditulis oleh semua orang. Lalu, buka browser dan masuk ke direktori /seopanel/install/. Dalam kasus ini proses instalasi dapat diakses melalui URL http://localhost/seopanel/install/.

Instalasi SEO Panel 1 | Adlinux Blog

Saat pertama proses install dijalankan system akan melacak server Anda untuk memastikan semua kebutuhan instalasi diaktifkan. Kemungkinannya adalah anda akan menerima  "CURL Support", terutama jika Anda menyiapkan web server sendiri. Untuk mengaktifkan CURL biasanya sangat mudah Anda hanya perlu membuka file php.ini di folder instalasi PHP Server web Anda dan menghapus tanda ";" di ekstensi file .dll sepeti terlihat di bawah ini:

Instalasi SEO Panel 2 | Adlinux Blog

Sekarang saat Anda menjalankan skrip install, Anda akan melihat tampilan berikut.

Instalasi SEO Panel 3 | Adlinux Blog
Jangan lupa ganti perizinan pada /config/sp-config.php agar tidak semua orang memiliki izin menulis. Pada langkah selanjutnya, Anda akan berada di panel admin. Default login adalah spadmin / spadmin.

Begitu Anda berada di Panel SEO langkah pertama adalah menyiapkan situs web yang ingin Anda monitor. Cukup klik untuk menambahkan situs baru dan mengisi rinciannya.

Instalasi SEO Panel 4 | Adlinux Blog

Setelah selesai, Anda akan melihat semua konfigurasi situs web Anda yang telah diaktifkan di area Pengelola Situs Web. Anda dapat melihat sendiri seberapa banyak fitur yang dimiliki aplikasi ini, termasuk laporan, alat analisis SEO, laporan kata kunci dan banyak lagi.

Instalasi SEO Panel 5 | Adlinux Bloga

Jika meng-klik Report Manager, Anda dapat meminta analisis lengkap sistem Anda berdasarkan kriteria seperti peringkat mesin pencari terkini, kejenuhan mesin telusur, dan jumlah backlink berkualitas ke situs web Anda.

Instalasi SEO Panel 6 | Adlinux Blog

Link "SEO Panel" di bilah menu utama berfungsi untuk mendapatkan gambaran yang cukup memadai tentang situs web Anda. Ringkasan akun yang muncul akan memberikan laporan peringkat mesin pencari terkini, link balik, dan halaman yang diindeks.

Instalasi SEO Panel 7 | Adlinux Blog

Selanjutnya, klik "Keyword Position Checker" dan Anda akan menemukan daftar tool yang membuat kita lebih mudah untuk menentukan apakah peringkat kata kunci Anda saat ini cukup baik. Salah satu tool favorit saya adalah keyword checker. Cukup pilih mesin pencari yang ingin Anda gunakan, ketik kata kunci atau frase yang Anda inginkan untuk melacak peringkat di situs Anda, dan klik Lanjutkan.

Instalasi SEO Panel 8 | Adlinux Blog


Cukup gulir ke bawah, dan jika Anda melihat entri yang disorot, itu adalah laman dari situs yang saat ini Anda pantau. Ini adalah cara cepat dan mudah untuk melihat apakah Anda memiliki peringkat yang baik untuk topik yang menjadi fokus dari situs Anda.

Tool lain yang tak ternilai dalam program PHP ini adalah area "Auditing". Bagian ini memungkinkan Anda menjalankan audit terhadap situs web manapun, dan akan mengungkapkan statistik tentang situs apa saja termasuk pesaing. Pilih jenis audit yang ingin Anda lakukan dan biarkan sistem melakukan pekerjaan untuk Anda.

Instalasi SEO Panel 9 | Adlinux Blog

Jika Anda melakukan full audit, bersiaplah untuk menunggu waktu yang lama karena SEO Panel benar-benar merambah keseluruhan situs untuk menganalisis dan melaporkan kembali dengan data yang relevan. Setiap halaman mendapatkan baris statistiknya sendiri, dan Anda dapat dengan jelas melihat halaman mana di situs Anda yang memiliki skor terendah dan membutuhkan banyak pekerjaan.

Instalasi SEO Panel 10 | Adlinux Blog

Tool SEO Panel ini memang layak untuk dicoba. Namun sebelum Anda menggunakan tool ini sangat disarankan untuk memahami dasar-dasarnya saja untuk mengetahu lebih jauh tentang apa itu seo dan jika belum Anda dapat mempelajarinya melalui link belajar seo ini.

Banyak orang menjadi sangat frustasi untuk menerapkan SEO. Tak dapat dibayangkan jika teknik tertentu benar-benar akan meningkatkan rangking Anda. Namun aplikasi SEO Panel benar-benar memberi Anda kesempatan untuk meningkatkan kualitas SEO Anda. Melihat secara jelas laporan dan audit akan menunjukkan di mana posisi situs Anda berada, dan bagaimana cara memperbaiki kualitas SEO.

Jadi SEO Panel memang layak untuk dicoba dan Anda akan melihat apakah tool ini dapat membantu meningkatkan kualitas situs Anda?

Download SEO Panel

Lihat juga Cara Membangun Intranet Dengan Wordpress

Cara Membangun Intranet Dengan Wordpress

Intranet berbeda dengan Internet, intranet tidak dapat diakses melalui jaringan umum misalnya warnet. Intramet bisa diakses melalui VPN (Virtual Private Network) dengan menggunakan username dan password yang disediakan.

Setiap perusahaan tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda. Kadang Intranet hanya perlu  sebagai situs referensi saja seperti untuk kebutuhan-kebutuhan informasi dan operasional. Sebagian perusahaan menggunakannya untuk kolaborasi penting lainnya yang real-time.

Fungsi utama intranet sebenarnya adalah sebagai media komunikasi antara stakeholder dalam sebuah perusahaan, bisa karyawan dengan karyawan, manajer dengan karyawan, direktur dengan manajer, dan sebagainya. Intranet menyediakan aplikasi yang memungkinkan kita berkomunikasi secara dua arah seperti : layanan chatting, e-mail, bulletin boards, newsgroups, dan masih banyak lagi. Dengan hal tersebut diharapkan komunikasi akan berjalan dengan baik sehingga bisa terjalin kerjasama tim yang baik pula.

Wordpress memiliki begitu banyak template dan plugin yang dapat digunakan sebagai perangkat untuk membangun Intranet.

Untuk Anda yang sedang mencari solusi membangun intranet untuk perusahaan dengan jumlah 5 sampai dengan 500 karyawan dengan biaya yang murah, mungkin metoda membangun intranet berbasis Wordpress berikut patut untuk dicoba.

Sebelumnya mari mulai dengan memeriksa fungsi-fungsi dasar yang paling dibutuhkan pada sebuah Intranet.
  • Company directory
  • A Knowledge Base atau Wiki memungkinakan karyawan membuat artikel dengan beragam topik, kategori, posting artikel untuk berbagi pengetahuan. Utuk perusahaan kelas menengh ke atas mungkin di atur oleh departement terkait.
  • Forms,  form forms–HR, peninjauan kinerja karyawan, expense reports, dan lain-lain.
  • Kalendar Perusahaan (cocok untuk perencanaan hari libur, agenda perusahaan dan lain-lain.)
Dan beberapa pertimbangan lain sebagai tambahan:
  • Project Management / time tracking
  • Collaboration tools, ruang kerja online
  • Social networking dan interaksi sesama member
  • CRM (Customer Relationship Management)

BuddyPress


BuddyPress adalah plugin Wordpress yang dapat mengubah website berbasis WordPress Anda menjadi situs web CMS yang penuh dengan fitur untuk media jaringan sosial (Social Network). Sama seperti WordPress itu sendiri, BuddyPress merupakan salah satu produk open source dan bebas untuk digunakan sehingga dapat menghemat biaya perusahaan.

BuddyPress sendiri memiliki sejumlah plugin yang berguna untuk memperluas fungsi-fungsi utama dari Buddypress itu sendiri.
Diantaranya ada beberapa plugin yang berguna untuk aplikasi Intranet yang perlu dipertimbangkan:
  • BuddyPress Docs - Berguna untuk menambahkan manajemen dokumen yang kolaboratif untuk BuddyPress.
  • BuddyPress Wiki Component - Memungkinkan pengguna untuk membuat dan berkontribusi berbasis Wiki.
  • Events Calendar - System manajemen kalender dan manajemen agenda yang handal, terintegrasi dengan BuddyPress
  • Portfolio - Sebuah plugin tambahan yang perlu dipertimbangkan, plugin ini memungkinkan karyawan untuk mengirim gambar dan informasi tentang proyek-proyek yang mereka kerjakan.
Events Calendar Untuk BuddyPress

Pertimbangan yang Potensial untuk BuddyPress:

  1. Sebuah Intranet yang baik ialah terfokus pada kebutuhan khusus dari karyawannya. Dalam beberapa kasus jika terlalu banyak menambahkan fitur-fitur pada system para pengguna sulit melihat kegunaan dari intranet yang Anda bangun, akibatnya orang akan jarang berinteraksi dengan system dan sumberdayanya, bahkan dengan hal-hal yang paling bermanfaat dari system intranet itu.
  2. Sulit untuk dikustomisasi. Pengalaman Saya pribadi BuddyPress  sulit utnuk dikustomisasi terutama yang menyangkut dengan pemilihan Template yang cocok untuk dikembangkan (Custom), kecuali jika kita membeli Template Premium yang khusus dirancang untuk BuddyPress. Jika saya salah silahkan beri komentar di bawah.
  3. Sulit untuk disesuaikan dengan plugin-plugin lain selain plugin yang khusus untuk dibuat untuk terintegrasi dengan BuddyPress. Jika Anda nekat menggunakan plugin lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan Intranet mungkin Anda harus ekstra hati-hati dalam hal bagaimana cara mensetup dan mengkonfigurasinya sehingga pengguna yang memanfaatkan system intranet Anda akan merasa nyaman.

Jika Anda memilih BuddyPress untuk membangun system intranet, sangat disarankan untuk menggunakan template yang profesional (premium theme) yang telah dioptimalkan penggunaanya dan terintegrasi dengan baik pada BuddyPress. Dengan demikian Anda akan memproleh widget-widget yang telah diformat dengan baik, halaman profil, dll.

Lihat juga Cara Meningkatkan Keamanan Situs Wordpress dengan Single Sign On

Trik operasi array pada PHP

Trik operasi array pada PHP
Pembacaan elemen array merupakan kategori operasi dasar yang umum dilakukan. Adapun teknik yang sering digunakan adalah melakukan looping untuk mendapatkan elemen array. Meskipun operasi ini terlihat sepele, akan tetapi dapat menimbulkan kerugian jika tidak dilakukan dengan benar.

Contoh kasus:

$arr = array('Mahasiswa', 'Dosen', 'Staf', 'Kampus');

//Tidak efisien 
// Recounting array tiap looping
for ($i=0; $i<count($arr); $i++) {
 echo $arr[$i]. '<br/>';
}
Kode di atas memang akan bekerja seperti yang diharapkan, namun sangat tidak efisien. Dimana setiap melakukan looping, kode akan mencari jumlah elemen array sehingga memboroskan sumber daya. Untuk cara yang lebih efisien, terlebih dahulu cari jumlah array, baru kemudian dijadikan ekspresi loop for.
//lebih efisien 
// get count terlebih dahulu
$n = count($arr);
for ($i=0; $i<$n; I++) {
 echo $arr[$i]. '<br/>';
}
Walaupun pendekatan looping di atas cukup efisien, tetapi bisa jadi tidak bekerja dengan baik ketika digunakan pada kasus array yang menggunakan key string, atau array di mana nilai key-nya tidak squential. Sebagai solusinya, gunakan pernyataan foreach.

Contoh:
$arr = array('Dosen' => 'Pengajar',
   'Mahasiswa' => 'Peserta Kuliah',
   'Staf'  => 'Pengelola Kampus'
   'Kampus' => 'Tempat Diselenggarkan Kuliah');
   
foreach($arr as $key => $val) {
 echo 'Key: ', $key, ' Value: ', $val, '<br/>'; 
}
Ada kalanya, mungkin Anda perlu mengkonversi string ke array, dan sebaliknya, array ke string. Kasus ini dapat Anda selesaikan dengan mudah melalui fungsi implode() dan explode().

Contoh:
//konversi array ke string 
$arr = array('Mahasiswa', 'Dosen', 'Staf', 'Kampus');
//menggabung elemen array dengan string
$str = implode(', ', $arr);
echo $str;

//konversi string ke array
$str = 'Mahasiswa, Dosen, Staf, Kampus';
//spkit string dengan string ","
$arr = explode(',', $str);
echo '<br/>Isi array: <br/>';

foreach($arr as $val) {
 echo $val, '<br/>';
}

Teknik Swapping Variabel pada PHP

Teknik Swapping Variabel pada PHP
Adakalanya kita butuh nilai suatu variabel untuk di assign ke suatu variabel yang lain dengan kata lain penukaran (swapping) variabel.

Dalam kasus ini, umumnya kita menggunakan bantuan variable temporary. Tekniknya sederhana sekali, misalnya variabel A di-assign ke variabel temporary, kemudian variabel B di-assign ke A, dan variabel temporary di-assign ke-B. Akhirnya, penukaran berhasil seperti yang diharapkan.

Contoh:

$A = 2;
$B = 4;

echo '$A = ', $A, ', $B = ', $B, '<br/>';

//penggunaan variabel temporary 

$temp = $A;
$A = $B;
$B = $temp;

Sebenarnya, dalam melakukan swapping variabel, kita tidak butuh variabel temporary. Caranya adalah dengan memanfaatkan konstruksi bahasa list() dan array(). Contoh:

// pemanfaatan list() dan array()
// tanpa variabel temporary

list($A, $B) = array($B, $A);
echo '$A = ', $A, ', $B = ', $B, '<br/>';

Mengenal Web Session Pada PHP

Sebuah session pada  PHP dapat digunakan untuk menyimpan  berbagai informasi User seperti item belanja, Username, Password dan lain-lain pada server untuk kemudian digunakan.

Mengenal Web Session Pada PHP
Secara prinsip session hampir sama dengan cookies. Perbedaannya terletak pada lamanya nilai yang dapat dipakai lagi. Misalnya kita membuat sebuah cookies pada halaman ke-1. Cookies dapat kita ambil isinya pada halaman ke-2. Namun jika kita ingin mengambil isi cookies tsb pada halaman ke-3, maka pada halaman ke-2 isi cookies tersebut harus dideklarasikan ulang. Lain halnya dengan session, jika kita buat session pada halaman ke-1, kita masih dapat mengambil isi session tersebut di halaman manapun selama session belum dimatikan.

Perbedaan lain antara session dengan cookies adalah jika menggunakan cookies penyimpanan data dilakukan pada komputer client, sedangkan session penyimpanan data dilakukan pada komputer server. Hal ini menyebabkan tidak dibutuhkan lagi komunikasi antara web server dengan client ketika web server membutuhkan data tersebut.

Selanjutnya setiap kali suatu session dibentuk, akan terdapat referensi yang menunjuk ke session yang bersangkutan yang dikenal dengan Session Identifier (SID) atau Unique Identifier (UID).

Memulai Session Pada PHP

Sebelum menyimpan sebuah informasi  pada PHP Session Anda harus melakukannya dengan menuliskan "session_start()"

Note: Fungsi session_start() harus dituliskan sebelum tag <html>:
<?php session_start(); ?>

<html>
<body>

</body>
</html> 

Kode di atas akan mendaftarkan session User pada server, memungkinkan kita untuk menyimpan informasi User dan menunjuk SID ke session yang bersangkutan.

Memberi Nilai Pada Session.

Untuk memberi dan mengambil nilai pada session ada beberapa cara, berikut salah satu cara yang biasa digunakan

<?php
session_start();
// store session data
$_SESSION['views']=1;
?>

<html>
<body>

<?php
//retrieve session data
echo "Pageviews=". $_SESSION['views'];
?>

</body>
</html> 

Output:

Pageviews=1 

Contoh di bawah merupakan sebuah Counter sederhana untuk menghitung berapa kali suatu Halaman ditampilkan. Fungsi "isset" akan memeriksa jika variabel "views" sudah diset. Jika sudah maka akan menambah jumlah nilai variabel "views" dengan 1. Jika nilai variabel "views" tidak ada maka buat vaiabel "views" dan set ke nilai 1.

<?php
session_start();

if(isset($_SESSION['views']))
$_SESSION['views']=$_SESSION['views']+1;
else
$_SESSION['views']=1;
echo "Views=". $_SESSION['views'];
?> 

Mematikan Session

Untuk menghapus data pada session, dapat digunakan fungsi Unset() atau session_destroy()

Fungsi unset() digunakan untuk menghapus variabel session secara spesifik.

<?php
session_start();
if(isset($_SESSION['views']))
  unset($_SESSION['views']);
?> 

Fungsi session_destroy() digunakan untuk menghapus seluruh session dan semua session yang telah diberi nilai akan hilang.

<?php
session_destroy();
?>  

Note: session_destroy() berfungsi untuk me-reset seluruh session dan semua data session yang belum disimpan akan hilang.

Export Database MySQL ke File CSV

Export Database MySQL ke File CSV
Adlinux - Agar data dapat dianalisa dengan mudah serta menghasilkan laporan yang dapat dibuka dengan Open Office atau Ms Excel kita dapat menyimpan database MySQL ke dalam format CSV. Berikut penjelasannya.

File format CSV terdiri dari kolom-kolom yang dipisahkan dengan koma. Biasanya penggunaan file format CSV dilakukan untuk pertukaran data antar aplikasi seperti Open Office, Ms Excel, Google Docs dan lain-lain.

File csv ini juga sangat bermanfaat bagi kita karena dengan File CSV ini kita dapat menganalisa data-data dengan cara yang kita inginkan.

MySQL menyediakan beberapa cara yang mudah untuk menyimpan hasil query ke dalam file CSV yang berada di database server.

Namun sebelum export database dilakukan kita harus memastikan dua hal berikut:
  1. MySQL Server memiliki akses ke folder target dimana file CSV hasil ekport ditempatkan.
  2. Belum ada file CSV yang akan diexport di dalamnya.

Export Database MySQL ke File CSV

Query berikut akan memilih order yang dibatalkan dari table orders
SELECT 
    orderNumber, status, orderDate, requiredDate, comments
FROM
    orders
WHERE
    status = 'Dibatalkan';

Untuk menyimpan hasil di atas ke dalam file CSV, kita harus menambahkan beberapa perintah pada query di atas sebagai berikut
SELECT 
    orderNumber, status, orderDate, requiredDate, comments
FROM
    orders
WHERE
    status = 'Cancelled' 
INTO OUTFILE 'C:/tmp/cancelled_orders.csv' 
FIELDS ENCLOSED BY '"' 
TERMINATED BY ';' 
ESCAPED BY '"' 
LINES TERMINATED BY '\r\n';

Perintah di atas akan menghasilkan file order_batal.csv di dalam folder c:/tmp/ yang berisi hasil seperti yang telah di set di atas.

File CSV berisi dengan baris data seperti yang telah di set di atas di mana setiap barisnya diakhiri dengan cariage return. Adapun file yang dihasilkan adalah file order_batal.csv di dalam folder c:/tmp/ yang berisi hasil seperti yang telah di set di atas. Di mana setiap barisnya ditandai dengan perintah LINES TERMINATED BY '\r\n'.

Setiap barisnya terdiri dari setiap nilai dari kolom yang di set di query di atas.

Setiap nilai diapit oleh tanda kutip ganda ditunjukkan oleh BIDANG tertutup oleh '"'. Hal ini berguna mencegah nilai yang mungkin berisi koma (,) akan ditafsirkan sebagai pemisah antar field. Ketika melampirkan nilai-nilai dengan tanda kutip ganda, tanda koma dalam nilai tidak diakui sebagai pemisah field.

Export Data berikut Kolom-kolom Heading

Akan lebih nyaman jika file CSV berisi baris pertama sebagai judul dari setiap kolom record sehingga baris-baris kolom dalam file akan lebih mudah dimengerti.

Untuk menambahkan judul kolom, Anda perlu menggunakan pernyataan UNION sebagai berikut:
(SELECT 'Order Number','Order Date','Status')
UNION 
(SELECT orderNumber,orderDate, status
FROM orders
INTO OUTFILE 'C:/tmp/orders.csv'
FIELDS ENCLOSED BY '"' TERMINATED BY ';' ESCAPED BY '"'
LINES TERMINATED BY '\r\n');
Query diatas akan menyertakan judul dari setiap field record sebagai judul kolom ke dalam file csv orders.csv

Penanganan nilai NULL

Mengenai nilai-nilai dari hasil set yang mengandung nilai NULL, dalam hal ini file target akan berisi dengan "N bukan NULL. Untuk memperbaiki masalah ini, Anda harus mengganti nilai NULL dengan nilai lain misalnya, Not Applicable (N/A) dengan menggunakan fungsi IFNULL sebagai query, berikut caranya:
SELECT 
    orderNumber, orderDate, IFNULL(shippedDate, 'N/A')
FROM
    orders INTO OUTFILE 'C:/tmp/orders2.csv' 
    FIELDS ENCLOSED BY '"' 
    TERMINATED BY ';' 
    ESCAPED BY '"' LINES 
    TERMINATED BY '\r\n';

Kita mengganti nilai pada kolom shippedDate dengan string N/A.

Lihat juga Integrasi XAMPP + PostgreSQL + PHPPgAdmin di Windows

3 Custom Function Penting PHP Untuk Operasional File Wajib Anda Ketahui

Fungsi buatan sendiri untuk Operasional File pada PHP Yang Wajib Anda Tahu
Adlinux - Beberapa fungsi dalam pemrograman PHP terkadang harus dibuat sendiri  untuk kebutuhan tertentu seperti menghapus, upload, merubah ukuran file dan lai-lain. Fungsi-fungsi yang dibuat sendiri ini disebut dengan UDF (user-defined-functions).

Berikut ini akan kita ulas 3 php custom function yang merupakan fungsi dasar PHP (user defined funtions) yang berkaitan dengan operasional File yang wajib anda ketahui jika membangun sebuah proyek PHP:

1. Fungsi Menghapus File dengan PHP 

Fungsi ini berguna untuk menghapus file pada webserver tanpa menggunakan klien ftp. Fungsi ini sangat sederhana jadi selalu pastikan bahwa Anda menghapus file yang tepat. Perintah yang digunakan adalah perintah "unlink", (fungsi dasar PHP untuk menghapus file).
Dalam fungsi yang akan dibuat disini, dibutuhkan 2 parameter: path ke lokasi file (harus diakhiri dengan garis miring "/") dan nama file (file yang akan dihapus).

Fungsi ini diatur untuk menghasilkan 2 output, yaitu, "TRUE" atau "FALSE". TRUE apabila file berhasil dihapus dari webserver dan FALSE apabila sebaliknya.

function fileDelete($filepath,$filename) {
 $success = FALSE;
 if (file_exists($filepath.$filename)&&$filename!=""&&$filename!="n/a") {
  unlink ($filepath.$filename);
  $success = TRUE;
 }
 return $success; 
}

2. Membuat ZIP File dengan PHP 

Beberapa baris script berikut berfungsi untuk merubah file dalam format tertentu menjadi format ZIP. Fungsi ini sangat berguna misalnya jika Anda ingin membangun sebuah proyek web ecommerce berbasis PHP. Misalnya untuk penjualan e-book dalam format PDF, gambar, DOCS dan lain-lain.

Dalam praktik berikut system bekerja dengan menampilkan daftar file dalam format asli misalnya, pdf, docs, jpg dan lain-lain. User dapat memilih beberapa file yang diinginkan kemudian mendownloadnya dalam bentuk file format ZIP.
Fungsi buatan sendiri untuk Operasional File pada PHP Yang Wajib Anda Tahu
Daftar File untuk di Download

Script HTML 

Script HTML berikut akan menampilkan daftar file dalam beberapa format berbeda kepada user yang dapat memilih untuk kemudian mendownload
<form name="zips" method="post">

<input type="checkbox" name="files[]" value="flowers.jpg" />
<img src="files/image.png" />
flowers.jpg

<input type="checkbox" name="files[]" value="fun.jpg" />
<img src="files/image.png" />
fun.jpg

<input type="checkbox" name="files[]" value="9lessons.docx" />
<img src="files/doc.png"   />
9lessons.docx
........
<input type="submit" name="createpdf" value="Download as ZIP" />&nbsp;
<input type="reset" name="reset"  value="Reset" />
</form>

Script PHP

Scipt PHP berikut untuk merubah format file tertentu yang dipilih menjadi file berekstensi ZIP
<?php
$error = ""; //error holder
if(isset($_POST['createpdf']))
{
$post = $_POST; 
$file_folder = "files/"; // folder to load files
if(extension_loaded('zip'))
{ 
// Checking ZIP extension is available
if(isset($post['files']) and count($post['files']) > 0)
{ 
// Checking files are selected
$zip = new ZipArchive(); // Load zip library 
$zip_name = time().".zip"; // Zip name
if($zip->open($zip_name, ZIPARCHIVE::CREATE)!==TRUE)
{ 
 // Opening zip file to load files
$error .= "* Sorry ZIP creation failed at this time";
}
foreach($post['files'] as $file)
{ 
$zip->addFile($file_folder.$file); // Adding files into zip
}
$zip->close();
if(file_exists($zip_name))
{
// push to download the zip
header('Content-type: application/zip');
header('Content-Disposition: attachment; filename="'.$zip_name.'"');
readfile($zip_name);
// remove zip file is exists in temp path
unlink($zip_name);
}

}
else
$error .= "* Please select file to zip ";
}
else
$error .= "* You dont have ZIP extension";
}
?>

3. Upload dan Merubah Ukuran File Gambar dengan PHP

Anda mencari script PHP untuk upload file? Berikut merupakan script PHP sederhana yang berfungsi untuk mengupload file-file gambar ke server. System bekerja dengan menerima upload lalu merubah dimensi file ke dalam dimensi yang lebih kecil. Fungsi ini sangat berguna untuk menghemat space hosting dan bandwidth.

Script PHP

Script PHP berikut akan merubah dimensi gambar menjadi 60px x 25px perhatikan kode $newwidth yang akan merubah ukuran file.
<?php 

 define ("MAX_SIZE","400");

 $errors=0;
 
 if($_SERVER["REQUEST_METHOD"] == "POST")
 {
        $image =$_FILES["file"]["name"];
 $uploadedfile = $_FILES['file']['tmp_name'];

  if ($image) 
  {
  $filename = stripslashes($_FILES['file']['name']);
        $extension = getExtension($filename);
  $extension = strtolower($extension);
 if (($extension != "jpg") && ($extension != "jpeg") 
&& ($extension != "png") && ($extension != "gif")) 
  {
echo ' Unknown Image extension ';
$errors=1;
  }
 else
{
   $size=filesize($_FILES['file']['tmp_name']);
 
if ($size > MAX_SIZE*1024)
{
 echo "You have exceeded the size limit";
 $errors=1;
}
 
if($extension=="jpg" || $extension=="jpeg" )
{
$uploadedfile = $_FILES['file']['tmp_name'];
$src = imagecreatefromjpeg($uploadedfile);
}
else if($extension=="png")
{
$uploadedfile = $_FILES['file']['tmp_name'];
$src = imagecreatefrompng($uploadedfile);
}
else 
{
$src = imagecreatefromgif($uploadedfile);
}
 
list($width,$height)=getimagesize($uploadedfile);

$newwidth=60;
$newheight=($height/$width)*$newwidth;
$tmp=imagecreatetruecolor($newwidth,$newheight);

$newwidth1=25;
$newheight1=($height/$width)*$newwidth1;
$tmp1=imagecreatetruecolor($newwidth1,$newheight1);

imagecopyresampled($tmp,$src,0,0,0,0,$newwidth,$newheight,
 $width,$height);

imagecopyresampled($tmp1,$src,0,0,0,0,$newwidth1,$newheight1, 
$width,$height);

$filename = "images/". $_FILES['file']['name'];
$filename1 = "images/small". $_FILES['file']['name'];

imagejpeg($tmp,$filename,100);
imagejpeg($tmp1,$filename1,100);

imagedestroy($src);
imagedestroy($tmp);
imagedestroy($tmp1);
}
}
}
//If no errors registred, print the success message

 if(isset($_POST['Submit']) && !$errors) 
 {
   // mysql_query("update SQL statement ");
  echo "Image Uploaded Successfully!";

 }
 ?>

Fungsi PHP untuk Extensi File

Fungsi untuk menemukan ekstensi file
function getExtension($str) {

         $i = strrpos($str,".");
         if (!$i) { return ""; } 
         $l = strlen($str) - $i;
         $ext = substr($str,$i+1,$l);
         return $ext;
 }

Demikian 3 php custom function untuk operasional file pada PHP. Fungsi-fungsi ini sangat berguna karena hampir setiap proyek web umumnya membutuhkan upload, download dan menghapus file-file tertentu selama berjalannya system.

Lihat juga Non aktifkan Upload File pad LAMP di Linux

Cara Meningkatkan Keamanan Situs Wordpress dengan Single Sign On

Keamanan Situs Wordpress dengan Single Sign On
Adlinux - Halaman login situs Wordpress pada umumnya dapat diakses melalui URL http://example.com/wp-login.php, dan ini memungkinkan siapa saja untuk masuk ke halaman administrasi Wordpress dengan menebak username dan password menggunakan metode trial dan error.

Oleh karena itu sangat dianjurkan kepada pemilik situs berbasis Wordpress untuk meningkatkan keamanan situsnya. Direkomendasikan agar melindungi password Administrator Wordpress dengan menggunakan 2-factor authentication.

Mengamankan Situs Wordpress dengan Single Sign On

WordPress Single Sign On menawarkan pilihan yang lebih aman untuk melindungi situs Anda dari brute force attacks. WordPress Single Sign On dapat dijadikan sebagai bagian dari otentikasi ke WordPress.com. Jika Anda mengaktifkan autektikasi ini, layar login di situs WordPress Anda akan dinonaktifkan dan Anda diharuskan untuk sign in ke account WordPress.com Anda untuk mengakses dashboard admin WordPress Self-Hosted blog Anda sendiri.

Ada beberapa keuntungan menggunakan Single Sign On pad situs Wordpress, sebagai berikut:
  • Karena akun pada WordPress.com mendukung 2-factor authentication, tingkat keamanan dengan level yang sama sekarang diaktifkan untuk blog Anda tanpa harus menggunakan plugin lain.
  • Semua permintaan login di situs Anda, termasuk upaya login yang berbahaya, secara otomatis diarahkan ke WordPress.com dan dengan demikian akan mengurangi beban pada server dan database Anda.
  • Jika Anda mengelola beberapa situs, Anda dapat login ke semua situs Anda dengan satu akun pada WordPress.com dan tidak perlu mengingat-ingat beberapa jumlah akun dan apa username dan password untuk masing-masing akun tersebut.

Menerapkan Single Sign On Wordpress dengan JetPack

Langkah 1: Buat akun pada WordPress.com, gunakan link ini. Abaikan langkah ini jika Anda sudah memiliki akun di Wordpress.com. Anda mungkin diminta untuk membuat sebuah blog di wordpress.com sebagai bagian dari proses pendaftaran.

Langkah 2: Setelah akun dibuat, klik di sini untuk mengaktifkan 2-factor authentication. Cantumkan nomor telepon Anda, WordPress akan mengirimkan kode verifikasi melalui SMS dan Anda diharuskan untuk mengetik kode tersebut untuk verifikasi akun Anda.

Langkah 3: Buka blog WordPress Anda, install plugin Jetpack, aktifkan plugin JetPack kemudian klik tombol hijau yang berisi “Connect to WordPress.com” untuk membuat link blog Anda ke akun WordPress Anda.

Langkah 4: Setelah link dibuat, buka ke Jetpack settings  dan aktifkan modul "Single Sign On".

Langkah 5: Buka ke folder instalasi WordPress Anda melalui FTP atau SSH, masuk ke folder template Situs Anda (wp-konten/themes/nama-template) dan edit file functions.php. Kopi dan paste kode berikut pada posisi setelah baris pertama:

add_filter( 'jetpack_sso_bypass_login_forward_wpcom', '__return_true' );

Langkah 6: Buka profil akun Anda dan, di bagian bawah halaman, klik tombol yang berisi “Log in with WordPress.com”, ini pada dasarnya akan menghubungkan akun WordPress.com Anda dengan nama pengguna yang Anda gunakan untuk login ke situs.

Metode meningkatkan keamanan situs Wordpress dengan Single Sign On ini akan benar-benar menonaktifkan form login situs WordPress Anda dan sebaliknya mengalihkan pengguna ke layar login pada WordPress.com. Setelah Anda login melalui WordPress, Anda akan langsung diarahkan ke dashboard admin situs Wordpress Anda sendiri.

Lihat juga: Cara Install Wordpress di Subdirectory

Manajemen Jurnal Open Journal System

Manajemen Jurnal Open Journal System
Manajemen jurnal terbagi menjadi 3 (tiga) bagian besar yaitu Manajemen, Pengguna, dan Peran.
Bagian Manajemen berisikan menu-menu untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan jurnal, seperti :
  1. Berkas Penelusuran: menu untuk membantu penelusuran berkasberkas dalam system IOJS. Berkas-berkas tersebut terdiri dari berkas articles dan issues.
  2. Bagian Jurnal: menu untuk membuat bagian-bagian jurnal yang akan ditampilkan dihalaman muka jurnal.
  3. Form Review: menu untuk membuat formulir review yang akan menjadi acuan reviewer (mitra bestari) dalam proses review.
  4. Bahasa: menu untuk mengatur locale yang akan digunakan dalam situs jurnal, baik locale utama ataupun locale pendukung.
  5. Dewan Redaksi: menu untuk membuat daftar dewan redaksi yang akan ditampilkan di halaman Tentang Kami.
  6. Email yang Disiapkan: menu untuk mengatur email-email yang telah disiapkan system sebagai notifikasi untuk para pengguna.
  7. Alat Membaca: menu untuk mengatur item yang terkait dengan disiplin ilmu jurnal.
  8. Setup: menu untuk mengatur informasi, kebijakan, penyerahan, dan tampilan jurnal.
  9. Pembayaran: menu untuk mengatur system pembayaran untuk akses ke dalam jurnal.
  10. Sistem Plugin: menu untuk mengatur plugin-plugin yang terinstal dalam system IOJS.
  11. Impor/Ekspor Data: menu yang berisi plugin untuk membantu proses impor dan ekspor data.
Halaman Utama Manajemen Jurnal OJS
Halaman Utama Manajemen Jurnal OJS

Bagian Pengguna berisi menu-menu untuk mengatur pendaftaran pengguna dan peran mereka, seperti :
  1. Pengguna yang Terdaftar: menu untuk melihat daftar pengguna yang terdaftar dalam jurnal.
  2. Daftarkan Pengguna Situs ini di Jurnal: menu untuk mendaftarkan peran pada pengguna yang terdaftar di jurnal dan belum memiliki peran.
  3. Tampilkan Pengguna Tanpa Peran: menu untuk menampilkan daftar pengguna yang telah terdaftar dalam jurnal namun belum memiliki peran.
  4. Buat Pengguna Baru: menu untuk mendaftarkan pengguna baru kedalam jurnal.
  5. Gabungkan Pengguna; menu untuk menggabungkan pengguna yang memiliki lebih dari 1 (satu) akun menjadi 1 (satu) akun dengan 1 (satu) peran.

Bagian Peran berisikan menu-menu untuk menampilkan daftar pengguna untuk masing-masing peran, seperti:
  1. Manajer Jurnal; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai Manajer jurnal. Manajer Jurnal bertanggung jawab terhadap jurnal secara keseluruhan. Pengaturan dalam sistem IOJS menjadi tanggung jawab Manajer Jurnal. 
  2. Editor; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai editor (penyunting). Tugas Editor memeriksa naskah yang diterima, kemudian mendistribusikan ke Editor Bagian. 
  3. Editor Bagian; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai editor bagian (penyunting bagian). Tugas Editor Bagian menentukan Reviewer sesuai dengan kompetensi terhadap naskah yang diterima. Editor Bagian harus mengetahui secara pasti kompetensi Reviewer untuk naskah yang akan di-review. 
  4. Editor Layout; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai editor layout (penyunting tata letak). Tugas Editor Layout mempersiapkan naskah yang sudah direvisi oleh penulis dalam format Galley. 
  5. Copy Editor; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai copy editor (penyunting kopi). Tugas Copy Editor memeriksa naskah untuk pertama kali. 
  6. Proofreader; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai proofreader. Tugas Proofreader memeriksa dan memberi komentar terhadap naskah yang sudah final sebelum diterbitkan. 
  7. Reviewer; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai reviewer (mitra bestari). Tugas Reviewer memeriksa naskah yang diterima sesuai kompetensi yang dimiliki. 
  8. Penulis; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai penulis. 
  9. Pembaca; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai pembaca. 
  10. Manajer Langganan; menu untuk menampilkan daftar pengguna yang berperan sebagai manajer langganan. 

Manajemen

Dalam implementasinya, manajemen jurnal tidak berurutan seperti struktur menu di bagian manajemen. Tahapan manajemen jurnal dalam implementasinya berawal dari setup jurnal, menentukan bahasa situs jurnal, membuat formulir review, membuat bagian jurnal, cara singkat menerbitkan naskah, membuat dewan redaksi, membuat statistik dan laporan. Sedangkan menu lainnya seperti email yang disiapkan, alat membaca, berkas penelusuran, system plugin dan impor/ekspor data tidak saling berhubungan sama sekali dan dapat dijelaskan dengan urutan yang tidak berurutan.

1. Setup Jurnal

Setup jurnal secara otomatis akan tampil setelah jurnal berhasil dibuat. Setup jurnal sendiri terdiri dari 5 (lima) tahapan yaitu detail jurnal, kebijakan, penyerahan naskah, manajemen dan tampilan.
Manajemen Jurnal Open Journal System
Halaman Setup Jurnal

a. Detail

Setiap Jurnal sudah dipastikan memiliki informasi secara detail, seperti nama jurnal, nomor ISSN, alamat surat menyurat, nama kontak utama,nomor telepon, nomor faksimili, email, dan informasi lainnya. Informasi umum secara detail dapat diatur guna mengidentifikasi jurnal yang satu dengan yang lainnya sehingga pembaca maupun penulis tidak salah dalam mengirimkan naskahnya.
Manajemen Jurnal Open Journal System
Halaman Setup Detail Jurnal
  1. Informasi yang diisi di dalam proses detail antara lain adalah informasi jurnal seperti Nama Jurnal yang diisi dengan nama panjang jurnal, Insial Jurnal yang diisi dengan nama populer jurnal dan Singkatan Jurnal yang diisi dengan singkatan dari nama jurnal.
  2. Informasi jurnal lainnya adalah ISSN jurnal, terdiri dari 2 (dua) kolom yaitu ISSN Cetak yang diisi dengan no ISSN jurnal versi cetak,dan ISSN Online yang diisi dengan nomor ISSN jurnal versi online. Masukkan Alamat kantor redaksi atau sekretariat redaksi sebagai informasi Alamat Surat Menyurat via POS.
  3. Masukkan Kontak Pengelola Utama jurnal yang dapat diisi dengan redaktur utama, redaktur pelaksana, staf administrasi.
  4. Masukkan Kontak Pengelola/Pelaksana Teknis jurnal atau helpdesk jurnal. Kontak ini merupakan orang yang setiap harinya standby untuk menjawab masalah teknis apapun mengenai jurnal.
  5. Sertakan signature jurnal yang akan ditampilkan sebagai footnote disetiap email yang dikirimkan oleh jurnal, signature dapat didesain sendiri oleh Manajer jurnal, atau dapat juga mengikuti desain default dari IOJS.
  6. Jika server mail mati dan tidak bisa mengirim ataupun menerima email, masukkan alamat email alternatif untuk mengantisipasi keadaan tersebut pada kolom Bounce Address .
  7. Masukkan nama Instansi/Perusahaan/Organisasi/Himpuna Profesi diluar pengelola jurnal yang berkontribusi terhadap jurnal, seperti Nama Penerbit, Sponsor dan Kontributor.
  8. Masukkan Metadata jurnal, yang akan tampil di coding aplikasi dengan format html. Metadata berfungsi untuk mingindeks data-data dalam jurnal yang akan memudahkan aplikasi harvester seperti google untuk meng-harvest jurnal.
  9. Masukkan informasi mengenai Sejarah jurnal yang berisi evolusi jurnal dari awal sampai saat ini.
  10. Klik tombol Simpan dan lanjutkan untuk meneruskan setup jurnal ke proses selanjutnya.

b. Kebijakan

Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal harus diatur sedemikian rupa agar Penulis, Pembaca, dan Pustakawan dapat mengetahui kebijakan yang diatur. Setiap aturan maupun kebijakan dalam pengelolaan jurnal harus dirumuskan secara jelas sehingga tidak membingkungkan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan jurnal tersebut.Setiap kebijakan dalam pengelolaan sebuah jurnal sudah pasti berbeda beda. Sebagai contoh, batas waktu untuk melakukan review terhadap naskah bisa diatur dalam 5 hari. Sedangkan pada jurnal lain mengatur batas akhir review selama 4 hari saja. Semua kebijakan disesuaikan dengan pengelola jurnal tersebut.
Halaman Setup Kebijakan Jurnal

  1. Kebijakan pertama yang harus dimasukkan adalah mengenai Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal. Kebijakan di fokus dan ruang lingkup jurnal dimaksudkan untuk menginformasikan Penulis, Pembaca dan Pustakawan tentang jangkauan bidang penelitian yang dibahas dalam jurnal.
  2. Masukkan Kebijakan Review yang dapat berisi garis besar kebijakan dan proses peer review jurnal sebagai informasi untuk Penulis,Pembaca dan Reviewer.
  3. Masukkan Petunjuk Review yang berisi tentang kriteria untuk menilai kepantasan naskah yang dapat diterbitkan jurnal dan instruksi review yang efektif untuk reviewer.
  4. Terdapat 2 (dua) pilihan Proses Review, yaitu Proses Review Standar yaitu editor mengirimkan email ke reviewer sebagai undangan untuk me-review artikel dan menyertakan alamat login kedalam jurnal. Pilihan kedua adalah Proses Review Email-Attachment yaitu editor mengirimkan email ke reviewer sebagai undangan untuk me-review dan melampirkan artikel yang akan direview dalam email.
  5. Masukkan Waktu Review, waktu review ini adalah lamanya waktu yang diberikan kepada reviewer untuk melakukan review terhadap artikel yang dikirimkan.
  6. Konfigurasikan Pengingat Review yang merupakan email pengingat otomatis yang akan dikirim melalui mail server ke email reviewer untuk memperingatkan bahwa batas waktu untuk merespon ataupun batas waktu pengerjaan review hampir berakhir. IOJS secara default mengatur email pengingat otomatis ini dikirimkan 5 hari sebelum batas waktu jika review belum merespon kesediaannya untuk mereview artikel yang dikirimkan, dan IOJS secara default akan mengatur email pengingat otomatis ini dikirimkan pada hari H atau 0 hari sebelum batas waktu pengumpulan artikel. Kedua konfigurasi email pengingat otomatis.
  7. Rating Review merupakan 5 (lima) skala kualitas reviewer setiap kali me-review artikel, rating ini ditentukkan oleh editor
  8. Terdapat 2 (dua) pilihan cara Akses Review ke artikel yang akan direview, pilihan pertama Memberi Akses One-Click Review, pada pilihan ini link unduh artikel disertakan pada email undangan review yang dikirimkan editor ke reviewer, untuk dapat mengunduh artikel tersebut reviewer diharuskan login terlebih dahulu. Sedangkan pada pilihan kedua, terlebih dahulu reviewer harus menyetujui untuk mereview artikel, kemudian setelah reviewer login kedalam jurnal, akan muncul link unduh artikel.
  9. Dengan mengaktifkan review anonim, nama penulis akan dihilangkan sementara saat proses review, dan nama reviewer tidak akan ditampilkan ke penulis, untuk menciptakan kualitas hasil review karena baik reviewer maupun penulis tidak saling mengetahui.
  10. Masukkan Pernyataan Privasi untuk menginformasikan keseluruh pengguna bahwa akun mereka akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan jurnal dan bukan yang lain.
  11. Dalam Keputusan EditorsSertakan alamat email penulis pembantu di email beritahu penulis.
  12. Tambahkan Bagian di Tentang Jurnal jika ada bagian yang perlu ditambahkan. Untuk menambahkan bagian tersebut masukkan nama bagian dan isinya. Untuk menambahkan bagian jurnal lebih dari 1(satu) klik tombol Tambah Bagian.
  13. Aktifkan Pengarsipan dan Pendistribusian LOCKSS ke institusi yang berkontribusi dalam LOCKSS. Untuk melakukan proses ini,tentukan terlebih dahulu institusi-institusi yang berkontribusi,kemudian kirimi email undangan/pemberitahuan, setelah itu aktifkan LOCKSS untuk mengarsipkan dan mendistribusikan jurnal.
  14. Sertakan Database Potensial Review saat proses pemilihan reviewer. Dengan disertakannya database ini, editor diberi kemudahan untuk mengundang reviewer yang tercatat dalam database untuk ikut mereview dalam jurnal. Untuk menyertakan database dalam proses pemilihan reviewer, masukkan Judul database dan URL database. Untuk memasukkan lebih dari 1 (satu) database, klik tombol Tambahkan Link Database Baru.
  15. Klik tombol Simpan dan Lanjutkan untuk meyimpan konfigurasi dan melanjutkan kelangkah berikutnya dalam setup jurnal.

c. Penyerahan Naskah

Adakalanya Penulis akan mengirimkan naskah ke jurnal yang diinginkan namun tidak mengetahui tata cara dan kebijakan yang diterapkan dalam jurnal tersebut. Untuk memudahkan Penulis ketika akan mengirimkan naskahnya, sebaiknya mencantumkan peraturan dalam penyerahan naskah.
Manajemen Jurnal Open Journal System
Halanan Penyerahan Naskah


  1. Masukkan Petunjuk Untuk Penulis sebagai informasi yang dapat membantu penulis dalam menyesuaikan kelayakan naskah sesuai dengan peraturan dalam jurnal.
  2. Masukkan seluruh aturan gaya selingkung yang diterapkan dalam jurnal pada kolom-kolom Persiapan Penyerahan. Tambahkan kolom sesuai dengan banyaknya poin aturan gaya selingkung dengan mengklik tombol Tambahkan Checklist Item.
  3. Tentukan kebijakan mengenai Hak Cipta untuk penulis, baik untuk jurnal hak memberikan akses terbuka, memberikan akses terbuka yang tertunda ataupun tidak memberikan akses terbuka. Aktifkan Pemberitahuan Kebijakan Hak Cipta pada proses penyerahan naskah dan izinkan penulis untuk menyetujuinya. Dan aktifkan Hak Cipta dengan lisensi Creative Commons untuk jurnal yang memberikan akses terbuka baik dan pra akses terbuka.
  4. Masukkan Petunjuk Untuk Minat Review pada penelitian yang dilakukan oleh Penulis dan Reviewer. Aktifkan Penulis dan Reviewer mengarsipkan minat review dengan mencentrang check box.
  5. Konfigurasikan metadata-metadata yang harus diisi oleh Penulis untuk mempermudah mengindeks metadata naskah mereka.Metadata-metadata yang disediakan dalam IOJS adalah Disiplin dan Sub Disiplin Ilmu, Subjek, Kata Kunci, Cakupan, Tipe (Metode/Pendekatan). Untuk mengaktifkan metadata-metadata tersebut Manajer jurnal cukup mencentrang check box dan memasukkan contoh isi dari metadata untuk membantu penulis menentukan isi dari metadata naskah mereka.
  6. Daftarkan metadata jurnal ke protokol OAI Internasional dengan mengklik link Pendaftaran ke Open Archives.
  7. Klik tombol Simpan dan lanjutkan untuk meneruskan setup jurnal ke proses selanjutnya.

d. Manajemen

Dalam sebuah jurnal, perlu dipikirkan masalah frekuensi untuk tiap terbitan. Hal ini sangat penting untuk keberlanjutan sebuah jurnal agar tetap eksis. Selain itu, cara mendapatkan artikel dalam sebuah jurnal harus pula ditentukan sejak awal. Ada tiga pendekatan untuk mengelola jurnal yaitu: akses terbuka, akses terbuka tertunda, dan akses tertutup.Akses terbuka: mengizinkan seluruh pengguna jurnal untuk mengakses abstrak sampai full text setiap artikel di jurnal. Dan siapapun dapat mengirimkan naskah ke jurnal tersebut. Akses terbuka tertunda: hamper sama dengan Akses terbuka, namun ditambahkan penjadwalan tertentu (pending). Sedangkan Akses tertutup: khusus untuk anggota atau harus mendaftar terlebih dulu jika ingin memperoleh artikel atau mengirimkan naskah. Untuk jelasnya, silakan ikuti petunjuk berikut ini:
Manajemen Jurnal Open Journal System
Halaman setup manajemen jurnal
  1. Jika ingin mengaktifkan Akses Terbuka, pilih option Jurnal akan menyediakan akses terbuka ke dalam konten terbuka.
  2. Konsep dari tipe pra akses terbuka sama seperti tipe akses terbuka hanya saja pengguna harus berlangganan jurnal terlebih dahulu dan diharuskan login sebelum mengakses abstrak dan full text setiap artikel. Untuk mengaktifkan tipe akses ini, pilih option Jurnal akan mensyaratkan langganan untuk mengakses beberapa atau semua konten jurnal.
  3. Tipe akses tertutup adalah menutup akses seluruh pengguna kedalam konten jurnal jurnal. Untuk mengaktifkan tipe akses ini, pilih option Sistem Jurnal ini tidak menerbitkan konten jurnal secara online.
  4. Batasi akses pengguna ke dalam artikel dan situs tambahan, centrang check box Pengguna harus didaftarkan dan login untuk melihat situs jurnal untuk mengharuskan pengguna terdaftar dalam jurnal dan login terlebih dahulu setiap kali akses ke jurnal. Centrang check box Pengguna harus didaftarkan dan login untuk melihat konten open source untuk mengharuskan pengguna terdaftar dalam jurnal dan login terlebih dahulu setiap kali akses ke konten jurnal.
  5. Terdapat 2 (dua) tipe pendaftaran peran pengguna, pilihan pertama pengguna dapat mendaftarkan dirinya sendiri sebagai Pembaca,Penulis, dan Reviewer, sedangkan pilihan kedua hanya Manajer jurnal yang dapat mendaftarkan peran pengguna.
  6. Untuk proses audit data jurnal, IOJS menyediakan fasilitas untuk menyimpan log baik log email maupun seluruh kegiatan dalam jurnal. Untuk mengaktifkan fasilitas simpan log ini, centrang check box yang ada di Proses Login dan Audit.
  7. Tentukan Kebijakan Jadwal Penerbitan dengan mendeklarasikan jadwal penerbitan jurnal di kolom Jadwal Penerbitan.
  8. Kemudian aktifkan format untuk terbitan, seperti Volume, Nomor,Tahun dan Judul.
  9. Selanjutnya masukkan jadwal awal terbitan, juga terbitan per volume dan volume per tahun.
  10. Aktifkan Pengidentifikasian Unik dengan menngunakan Custom Identifier (CI) untuk membantu pembuatan akhiran DOI yang diatur sebelumnya pada langkah pertama setup jurnal. Fasilitas CI yang diberikan IOJS adalah untuk mengidentifikasi Terbitan, Item yang diterbitkan, Galley dan File tambahan.
  11. Centrang Nomor Halaman untuk memunculkan kolom masukkan nomor halaman pada form penyerahan naskah untuk setiap artikel yang diserahkan.
  12. Buat menu Pengumuman di menu utama jurnal dan atur banyaknya pengumuman yang akan tampil dihalaman depan jurnal dan jika dibutuhkan, masukkan informasi tambahan tentang pengumuman dikolom Informasi Tambahan
  13. Klik tombol Simpan dan Lanjutkan untuk melanjutkan setup jurnal ke langkah berikutnya.

e. Tampilan

Langkah kelima sekaligus terakhir dalam setup jurnal adalah pengaturan tampilan jurnal, seperti header, homepage, footer , menu utama dan menu-menu pendukung jurnal.
Manajemen Jurnal Open Journal System
Halaman Setup tampilan jurnal

  1. Pertama-tama adalah mengatur Header jurnal. Komponen header jurnal dalam IOJS adalah header, logo dan favicon. Header jurnal dapat diisi dengan nama jurnal yang dimasukkan ke kolom Nama Jurnal di Header Halaman Jurnal atau dapat diisi dengan Gambar header yang diunggah ke dalam kolom Gambar.
  2. Logo Jurnal diunggah ke dalam kolom Gambar Logo. Logo ini akan muncul disamping header jurnal. 
  3. Favicon jurnal diunggah ke dalam kolom Gambar 3.Logo. Favicon ini akan muncul di tab browser jurnal
  4. Pengaturan kedua adalah mengatur Homepage jurnal. Komponen dalam homepage jurnal antara lain deskripsi jurnal, Gambar sampul jurnal, dan daftar isi terbitan terkini yang dapat ditampilkan di homepage jurnal. Deskripsi jurnal berisi deskripsi mengenai jurnal, dimasukkan kedalam kolom Deskripsi Jurnal di Konten Homepage Jurnal.
  5. Gambar Sampul Jurnal akan ditampilkan ditengah halaman homepage. Unggah Gambar sampul jurnal ke dalam kolom Gambar Homepage.
  6. Tampilkan daftar isi terbitan terkini di halaman homepage jurnal dengan mencentrang checkbox di Terbitan Terkini.
  7. Pengaturan ketiga adalah pengaturan Footer jurnal. Masukkan footer jurnal ke dalam kolom Footer Halaman Jurnal.
  8. Pengaturan keempat adalah pengaturan menu utama di halaman jurnal. Manajer jurnal dapat menambahkan menu di menu utama dengan memasukkan Nama Menu dan URL untuk menuju ke halaman utama menu tersebut, jika menu yang ingin ditambahkan lebih dari 1 (satu), klik tombol Tambahkan Item untuk menambah
  9. form Navigasi
  10. Pengaturan kelima adalah pengaturan Layout Jurnal. Manajer jurnal dapat mengatur tata letak menu-menu yang akan ditampilkan dimana saja.
  11. Masukkan Informasi untuk Pembaca, Penulis dan Pustakawan untuk menarik minat mereka untuk berkontribusi ke dalam jurnal.Informasi ini akan tampil sebagai menu tambahan di sisi kanan halaman jurnal.
  12. Pengaturan terakhir adalah pengaturan jumlah dari daftar di halaman jurnal. Daftar ini dapat berupa apa saja, seperti daftar isi, daftar arsip,dan lain sebagainya. Masukkan jumlah daftar perhalaman di kolom Item per halaman, dan masukkan jumlah link perhalaman di kolom Link halaman
  13. Klik tombol Simpan dan Lanjutkan. Dengan begitu selesai pula proses setup jurnal.

2. Bahasa 

Sebelum masuk kedalam proses manajemen jurnal selanjutnya, sebaiknya konfigurasikan bahasa situs jurnal terlebih dahulu. IOJS yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai locale utama situs, juga mendukung berbagai  bahasa lainnya atau multi language, dukungan ini sangat bermanfaat bagi pengguna situs yang berasal dari berbagai macam negara didunia yang masing-masing bahasanya berbeda-beda. Saat penginstalan IOJS terdapat daftar bahasa yang dapat dipilih sebagai bahasa pendukung sistem, bahasa-bahasa yang terpilih akan muncul dalam menu Bahasa baik dalam manajemen situs maupun manajemen jurnal.
Manajemen Jurnal Open Journal System
Menu mengatur Bahasa untuk jurnal

  1. Untuk masuk ke halaman Bahasa, Manajer jurnal harus memilih Bahasa yang terdapat dalam halaman Manajemen Jurnal. 
  2. Pilih bahasa utama situs jurnal di menu drop down Locale Utama. 
  3. Pilih locale pendukung yang akan dijadikan alternatif locale disitus jurnal, centrang UI dimasing-masing locale pendukung jika locale tersebut akan tampil di sistem, centrang Naskah dimasing-masing locale pendukung jika bahasa tersebut akan tampil di menu-menu naskah, dan centrang Form di masing-masing locale pendukung jika locale tersebut akan tampil di menu-menu form. 
  4. Pilih Reload Default untuk mereset konfigurasi yang telah dibuat dan kembali kepengaturan awal. 
  5. Klik tombol Simpan untuk menyimpan pengaturan tersebut, atau klik tombol Batal untuk membatalkan pengaturan 


3. Form Review 

Form review adalah formulir yang dijadikan referensi/acuan reviewer dalam proses peer review. 
Manajemen Jurnal Open Journal System
Menu Form Review Jurnal
  1. Untuk membuat form review, Manajer jurnal harus masuk kedalam. Form Review yang terdapat di halaman Manajemen Jurnal. 
  2. Dalam halaman Form Review pilih Buat Form Review untuk membuat form review baru 
  3. Masukkan nama dari form review yang akan dibuat dikolom judul. 
  4. Masukkan acuan-acuan review yang ingin dibuat dalam kolom editor Deskripsi dan Instruksi. 
  5. Jika ingin membuat form review yang dapat langsung diisi oleh reviewer, pembuatannya harus menggunakan koding html dan sebaiknya dibuat oleh orang yang paham bahasa pemrograman html. Untuk membuka editor html, klik ikon html yang terletak dimenu bawah kolom editor. 
  6. Masukkan kodingan html kedalam editor html, jika telah selesai klik tombol update yang dimenu bawah kolom editor. 
  7. Klik tombol Simpan untuk menyimpan form review tersebut, atau klik tombol Batal untuk membatalkan pembuatan form review. 

4. Bagian Jurnal 

Suatu jurnal bisa terdiri dari beberapa bagian seperti artikel, laporan penelitian, analisis dan lain sebagainya, IOJS memberikan fasilitas untuk membuat bagian-bagian jurnal dalam manajemen jurnal. 
Manajemen Jurnal Open Journal System
Menu mengatur Bagian Jurnal
  1. Untuk membuat bagian jurnal baru, Manajer jurnal harus masuk kedalam halaman Manajemen Jurnal kemudian pilih Bagian Jurnal. 
  2. Dalam halaman Bagian Jurnal, pilih Buat Bagian. 
  3. Masukkan Nama dan Singkatan nama bagian, kemudian masukkan kebijakan mengenai bagian tersebut dalam kolom Kebijakan Bagian. 
  4. Pilih form review untuk referensi reviewer jika naskah yang masuk ke bagian yang dibuat membutuhkan peer review, namun jika tidak pilih Tidak ada form review. 
  5. Centrang check box Tidak akan di peer-review jika naskah yang masuk ke bagian yang dibuat tidak memerlukan proses peer-review. 
  6. Centrang check box Tidak membutuhkan abstrak jika naskah yang masuk ke bagian yang dibuat tidak perlu menampilkan abstrak 
  7. Centrang check box Tidak akan dimasukkan ke dalam pengindeksan jurnal jika metadata naskah yang masuk ke bagian yang dibuat tidak diindeks oleh jurnal. 
  8. Masukkan indentifikasi naskah yang masuk kedalam bagian jurnal yang dibuat dalam kolom Indentifikasi. 
  9. Centrang check box Pembatasan jika naskah yang masuk ke bagian yang dibuat hanya dapat di submit oleh editor ataupun editor bagian 
  10. Batasi limit karakter dari abstrak setiap naskah yang masuk ke bagian jurnal yang dibuat, jika tidak memerlukan pembatasan limit abstrak, maka ketikkan angka 0 (nol) pada kolom Hitung Kata. 
  11. Centrang check box Hilangkan judul bagian dari daftar isi terbitan jika bagian yang dibuat tidak akan ditampilkan dalam daftar isi terbitan. 
  12. Centrang check box Hilangkan nama penulis untuk item bagian dari daftar isi terbitan jika tidak perlu mencantumkan nama penulis naskah yang masuk ke bagian yang dibuat dalam daftar isi terbitan. 
  13. Centrang check box Hilangkan bagian ini dari Tentang Kami jika bagian yang dibuat tidak perlu ditampilkan pada halaman Tentang Kami. 
  14. Terdapat daftar nama-nama editor bagian yang bekerja dalam jurnal di Editor Bagian yang tersedia, pilih editor-editor bagian yang akan bertanggung jawab pada bagian jurnal yang dibuat dengan mencentrang check box disebelah nama masing-masing editor bagian. Maka editor-editor bagian yang terpilih tersebut akan muncul dalam daftar Editor Bagian ini. 
  15. Setelah seluruh konfigurasi selesai, klik tombol Simpan untuk menyimpan konfigurasi bagian baru, atau klik tombol Batal untuk membatalkan konfigurasi bagian baru. 

5. Cara Singkat Menerbitkan Naskah 

Langkah selanjutnya dalam manajemen jurnal adalah memasukkan artikel-artikel baik yang terdahulu, terkini ataupun yang akan dating tanpa mengikuti standar proses penerbitan IOJS. Cara ini sangat berguna untuk memasukkan artikel-artikel terdahulu/back issue untuk proses pengarsipan, baik artikel tersebut akan diterbitkan ataupun tidak.
  1. Untuk memasukkan artikel dengan cara singkat, terlebih dahulu Editor telah membuat penjadwalan isu. Cara pembuatan isu akan dijelaskan lebih lanjut pada di proses Penerbitan Naskah. 
  2. Setelah isu-isu dibuat, Manajer jurnal masuk kedalam halaman Manajemen Jurnal. Pilih menu Impor/Ekpor Data yang terdapat dibagian Halaman Manajemen.
    Manajemen Jurnal Open Journal System
    Menu Import/Eksport Data
  3. Pada halaman Impor/Ekspor Data terdapat beberapa plugin untuk membantu proses impor dan ekpor data dari luar/kedalam IOJS. 
  4. Pilih Plugin QuickSubmit yang merupakan plugin untuk membantu proses memasukkan artikel. 
  5. Terdapat 2 (dua) pilihan dalam Tujuan Penyerahan, pilih Biarkan Tidak Diterbitkan, jika artikel hanya akan disimpan dalam database IOJS dan tidak ditampilkan di isu apapun dalam jurnal. Pilih Tambah pada isu yang sudah ada, jika artikel ingin diterbitkan pada isu-isu yang telah dibuat sebelumnya oleh editor. 
  6. Tentukan tanggal terbitan artikel pada kolom Terpublikasikan. 
  7. Setelah jadwal dan isu penerbitan artikel telah ditentukan, unggah artikel di kolom Unggah File Penyerahan. Klik tombol Choose File untuk membuka media penyimpanan. 
  8. Akan muncul jendela file browser , kemudian pilih artikel yang akan diunggah, kemudian klik tombol Open. 
  9. Setelah artikel berhasil ditemukan, klik tombol unggah, untuk mengunggah artikel kedalam jurnal. 
  10. Artikel yang berhasil terunggah akan muncul pada bagian File Penyerahan. Periksa kembali nama, ukuran file, dan tanggal pengunggahan artikel untuk memastikan artikel yang diunggah adalah benar. 
  11. Jika artikel yang diunggah ternyata salah, artikel dapat diganti. Proses penggantian hampir sama dengan proses pengunggahan artikel sebelumnya, hanya saja kolom pengunggahannya berbeda yaitu pada kolom Gantikan File Penyerahan 
  12. Setelah proses pengunggahan artikel yang akan diterbitkan berhasil, maka masukkan metadata penulis artikel. Jangan biarkan kolomkolom yang bertanda bintang (*) kosong, sedangkan kolom-kolom yang tidak bertanda bintang (*) boleh dibiarkan kosong. 
  13. Jika terdapat lebih dari 1 (satu) penulis pada artikel tersebut, klik tombol Tambah Penulis untuk menampilkan form pengisian metadata penulis seperti form metadata penulis sebelumnya. Lakukan langkah ini sesuai dengan banyaknya penulis yang berkontribusi pada artikel. 
  14. Jika artikel terdiri dari beberapa penulis, urutkan nama penulis berdasarkan besarnya kontribusi penulis dalam penulisan artikel tersebut dengan mengklik tombol keatas dan sesuai dengan urutan penulis. 
  15. Klik option Kontak Utama untuk Korespondensi Editorial untuk menentukan penulis yang akan bertanggung jawab sebagai Kontak Utama untuk korespondensial Editorial. 
  16. Klik tombol Hapus Penulis, untuk menghapus penulis dalam daftar penulis artikel. 
  17. Metadata selanjutnya yang harus dimasukkan adalah metadata artikel. Masukkan Judul naskah dikolom Naskah. Abstrak yang dimasukkan dapat yang berbahasa Indonesia, berbahasa Inggris ataupun keduanya. 
  18. Masukkan nama lembaga yang berkontribusi atau membantu dalam pembuatan artikel pada kolom Lembaga Pendukung. Namun jika tidak ada lembaga pendukung dalam pembuatan artikel, kolom ini dapat dibiarkan kosong. 
  19. Jika ingin memasukkan artikel selanjutnya, klik tombol Simpan dan Buat yang lain, maka akan muncul kembali halaman penerbitan artikel ini, namun jika telah selesai dan ingin kembali ke halaman manajemen jurnal, klik tombol Simpan dan lanjutkan. 




Top