Yang paling menjengkelkan adalah ketika user harus mengirim e-mail berulang-ulang hanya karena internet down, atau server resipien di-reboot. Hal ini dapat menyebabkan hilang atau terlupakannya pesan tersebut.
DNS dapat membantu mengatasi masalah tersebut dengan memungkinkan kita menentukan banyak SMTP untuk suatu domain.
Berikut ini dapat dilihat bahwa DNS untuk example.com menyatakan bahwa lima server SMTP mengetahui domain ini (example.com) dan dapat menerima email untuk user-nya.
Contoh ini mengilustrasikan dua fitur penting tentang bagaimana menggunakan MX record.
Kolom ketiga adalah nilai preferensi; urutan pemilihan entry adalah mulai dari nilai yang paling kecil. Pertama server akan mencoba menghubungi myserver1.example.com. Jika tidak tersedia maka server akan berpindah untuk mencoba myserver2.example.com, dan seterusnya. Ini adalah cara untuk menentukan mana yang merupakan server "utama" atau prefered, dan server mana yang merupakan backup saat server utama tidak tersedia.
Jika salah satu alamat memiliki nilai preferensi sama, maka server akan mencobanya dengan urutan acak. Setelah terhubung maka server akan secepatnya mengirim pesan tersebut.
Lalu apa kelebihannya mencoba server secara acak? Mencoba server secara acak memungkinkan pembagian beban masuk secara merata pada semua server dengan nilai preferensi yang sama.
DNS dapat membantu mengatasi masalah tersebut dengan memungkinkan kita menentukan banyak SMTP untuk suatu domain.
Berikut ini dapat dilihat bahwa DNS untuk example.com menyatakan bahwa lima server SMTP mengetahui domain ini (example.com) dan dapat menerima email untuk user-nya.
Contoh ini mengilustrasikan dua fitur penting tentang bagaimana menggunakan MX record.
elisa% host -t mx example.com
example.com MX 10 myserver1.example.comexample.com MX 10 myserver2.example.comexample.com MX 20 mailgate.unigha.sch.idexample.com MX 50 relay1.unigha.comexample.com MX 70 relay2.unigha.comKolom ketiga adalah nilai preferensi; urutan pemilihan entry adalah mulai dari nilai yang paling kecil. Pertama server akan mencoba menghubungi myserver1.example.com. Jika tidak tersedia maka server akan berpindah untuk mencoba myserver2.example.com, dan seterusnya. Ini adalah cara untuk menentukan mana yang merupakan server "utama" atau prefered, dan server mana yang merupakan backup saat server utama tidak tersedia.
Jika salah satu alamat memiliki nilai preferensi sama, maka server akan mencobanya dengan urutan acak. Setelah terhubung maka server akan secepatnya mengirim pesan tersebut.
Lalu apa kelebihannya mencoba server secara acak? Mencoba server secara acak memungkinkan pembagian beban masuk secara merata pada semua server dengan nilai preferensi yang sama.
Tags:
Networking